Blessing in Disguise

Dear God,
You know me sooo welll, you know my limitation,,,right at the time i need Your helping hands, You really give me those Hands…
Saat gw merasa gak mampu tanggung semuanya,,, saat gw mulai nangis , gak tau lagi apa yg mesti gw buat, saat gw mulai merasa menyerah, tanpa pura-pura bahwa gw mampu tanggung semuanya…. pertolonganMu datang tepat pada waktunya, penghiburanMu Kau nyatakan lewat teman-teman yang mulanya gw pikir gak akan terlalu peduli. . . Tapi sungguh Jesus Kau tolong , Kau hibur aku dengan cara tak terduga, dan lewat teman-teman yang tak pernah kusangka akan se-“care” ini. More than i’ve ever expected !!

Thank you sooo much Jesus.

Gw sadar sekarang bahwa keterbukaan adalah awal dari pemulihan, dan ini sungguhan, bukan hanya apa yang gw dengar saja, tp bener gw alami. Saat gw terbuka tentang permasalahan PD di office ke teman-teman yg hadir saat ren pagi, saat gw mulai crita sambil nangis, gw jadi tau bahwa ternyata masih ada yg care dengan keberadaan PD di kantor ini. masih ada yang peduli dengan hal yg mulai dianggap orang kantor sebagai hal yang basi, gak ada manfaatnya . . . Tapi asli beda banget rasanya kalau renungan pagi bareng-bareng temen kantor , kalau ada yang terbuka untuk sharing , bagi-bagi cerita, pengalaman, bagi-bagi berkat , mau terbuka cerita pengalamannya. . . ini bukan hanya pertemuan yang jadi rutinitas belaka,tapi jadi sesuatu yg akan menghangatkan hati, menghangatkan jiwa, membuat kita-kita makin akrab, dan saling mempercayai , karena tau si A, si B, si C orangnya jujur ya, berani terbuka cerita tentang pengalaman hidupnya tanpa takut bahwa kisahnya akan diceritakan lagi ke orang lain …

Jadi mau dibawa ke mana P-D- nya ?
Well let see !!!

Satu hal yang aku percaya , Jesus will help.