"Mr Denny Hamonangan Sitorus looks alike" ,,, I heart you :D

Mungkin postingan ini sangat sektoral ,, hanya temen-temen yang kenal aku dan tau “mr denny hamonangan sitorus looks alike” ini yang akan paham ceritaku kali ini.

Jadi begini , tadi pagi waktu aku menuju ke ruang rapat untuk renungan pagi di kantor seperti biasa, ternyata “mr Denny Hamonangan Sitorus looks alike” ini sudah ada di ruang rapat,, duhh jadi deg-degan, secara beliau ini penjabat tinggi teya dari kantor pusat, ganteng pula ,,, wkwkwkwkw😀
Duhh ke mana ini barudag PBK, HRD, dan SDA yang biasa ikut renungan pagi ? Kok belum datang juga yah ? Masa sih gue harus renungan pagi hanya berdua dengan beliau ? Emoh ahh, tar yang ada grogi grogi dan grogi .. xixixixi😀

Akhirnya muncul juga , si opung, desi dan ana… tapi ka mana si dole ? Dia kan yang jatahnya pimpin renungan pagi kali ini.. Gue sih gak mau kalau harus gantiin dia mimpin renunagn pagi lagi .. soalnya ada si mr dhs ini sih ,, buakakakakak😀

Ya sudahlah mulai ajah renungan paginya,, dan akhirnya saat lagu ke dua di nyanyikan, si dole dan kawan-kawan pbk datang juga ke ruang rapat,, duhh alhamdulilah… gue batal jadi stunwoman gantiin dole hahahahahaha😀

Jadi renungan pagi kali ini, bacaan nya di ambil dari kitab Yunus. Tau dong ceritanya Yunus… nggak tauw ? Ya dah, aku ceritakan intinya saja yah, kalau mau cerita lengkap bisa dibaca di alkitab masing-masing🙂

Intinya Yunus itu mengingkari panggilannya Tuhan. Sebenarnya dia diutus untuk mempertobatkan penduduk kota Ninihwe, tapi dia malah kabur , lari dari panggilan Tuhan, pergi naik kapal menghindar untuk pergi ke Niniwe. Akhirnya tuhan menurunkan badai besar yang menggoncang kapal yang ditumpangi Yunus itu. Akhirnya ketahuanlah oleh awak kapal ini bahwa Yunus lah yang menyebabkan Tuhan murka dan menimbulkan badai besar. Akhirnya Yunus dibuang kelaut oleh awak kapal.
Tuhan memerintahkan ikan besar untuk menelan Yunus, dan Yunus terperangkap dalam perut ikan besar ini selama 3 hari 3 malam. Ia menyadari, ternyata di pusat lautan, ia masih hidup (ayat 3). Tuhan belum selesai berurusan dengannya. Yunus bukan saja dikejar-Nya dengan “badai besar” (lihat Yunus 1:12), melainkan juga ditangkap-Nya dengan “ikan besar”. Kini, ia layaknya seorang anak dalam genggaman erat tangan bapanya. Yunus sadar, jika “badai besar” dan “ikan besar” saja taat kepada Tuhan, bukankah sepatutnya ia mematuhi panggilan Tuhan? Ia teringat kepada Tuhan (ayat 7). Dan, dalam kesempatan hidup yang kedua itulah Yunus bertekad memenuhi nazarnya kepada Tuhan—dalam rasa syukur, Yunus berdoa kepada Tuhan (ayat 9). Perut ikan itu seolah malah menjadi sebuah ruang doa yang hening—bukan kuburan sepi baginya.

Apakah kita merasa tengah berada di “perut ikan besar” yang menelan kita setelah kesalahan besar yang kita lakukan pada masa lampau? Mungkin itu adalah kondisi sakit parah, ekonomi yang sedang jatuh, studi yang gagal, cinta yang kandas, atau bahkan jeruji penjara. Tuhan belum selesai dengan kita. Berpalinglah kepada-Nya dan berdoalah, dengan diiringi keyakinan bahwa kondisi kini—apa pun itu—justru dapat Dia pakai sebagai “perut ikan” yang akan mengembalikan kita kepada tujuan-Nya yang mulia.

SEKALIPUN RENCANA KITA GAGAL TERLAKSANA,
TUHAN TAK PERNAH GAGAL MEMENUHI RANCANGAN-NYA. (taken from http://www.renunganharian.net )

Kembali ke Mr Denny Hamongangan sitorus teya🙂 ,, sharingnya beliau pagi ini sungguh mengena, bahasa terstruktur, mudah dimengerti dan dikaitkan dengan kisah hidupnya… so surprising , soalnya orang pusat kalau datang ke kantor wilayah dan ikut renungan pagi sering tidak mau sharing, kecuali tentunya Mr CEO teya dan Mr Inspirasi teya ,, hahaha 🙂

Jadi begini ceritanya :
Beliau ini pernah sempat keluar dari kerjaan di perusahaan ini. Setelah gabung selama 6 tahun, kemudian memutuskan untuk keluar, mau buka usaha sendiri di kota asalnya. Nah saat keluar dari kerja dan buka usaha, imannya makin bertumbuh, bahkan ikut pelayanan,, istrinya sudah ikut pelayanan terlebih dulu saat beliau masih kerja di perusahaan ini, dan saat keluar kerja, beliau akhirnya ikut pelayanan juga. Kalau masih gawe diperusahaan ini, jangankan mikir pelayanan, waktu kerja aja sering kurang-kurang, apalagi untuk posisi sebagai front end seperti beliau… 24 hours a day is not enough ,, hehehehe😀

Namun saat iman percayanya pada Tuhan makin bertumbuh, relasi dengan Tuhan makin dekat, terjadilah hal yang satu ini… Tempat usahanya terbakar.. Whaaaaa,,, nggak paham , ngga ngerti, sempat bertanya pada Tuhan , kok seperti ini ya tuhan,,, setelah bergumul dan bergumul , akhirnya Tuhan kasih jawaban , ,,, kerja lagi sama orang, jadi profesional lagi.. sempat kerja di perusahaan distributor lain, dan akhirnya setelah hampir setahun, ditelpon lagi sama atasanya dulu di perusahaan ini, diajak gabung lagi … Akhirnya gabung juga di sini lagi sampai menduduki posisi yang sekarang ini.

3 hal yang beliau ambil dari bacaan alkitab pagi ini ( Yunus 2 : 1-10 ) :

1.Saat masa-masa kesusahan, kita seharusnya berdoa sama Tuhan , communicate with God,, Tanya Tuhan apa kehendakNya ,, apa maunya Tuhan.. Nonsense kalau orang bilang tahu kehendak Tuhan kalau tidak pernah menekuk lutut untuk berdoa. Yunus 2 : 2
2.Bertobat , mohon ampun sama tuhan… kadang-kadang hal-hal terjadi karena kesalahan kita, maka kita harus bertobat,, kita tahu Tuhan maha pengampun, asalkan kita menyesal dan bertobat, maka pasti Tuhan bersedia pulihkan.
3.Bersyukur ,,, itu yang harus kita lakukan.. apapun yang boleh terjadi harus bersyukur,, kalau ndak bersyukur, maka pasti akan mengeluh, ngedumel,, ujung-ujungnya hal-hal negatif itu akan membuat kita makin terpuruk dan tenggelam dalam masalah. Dengan bersyukur, kita akan menghargai kasih karunia tuhan, dan kita akan jadi makin peka pada jalan keluar yang Tuhan sediakan bagi kita.

Well,, “Mr Denny Hamonangan Sitorus looks alike” ,, sharing anda pagi ini sungguh memberkati kami semua… i heart you means i respect you… You are meant to be the great leader here in this company , to make a difference, to inspire us…

Dan kini aku tahu, doaku yang satu ini sudah dijawab oleh Tuhan😀

Matur Suwun nggih Gusti Yesus😀

  • Leadership is based on a spiritual quality; the power to inspire, the power to inspire others to follow – Vince Lombardi *