Dibuang sayang :)) – part 2

Mulai terasa seperti natal.

Udara yang berhembus dingin samar samar,
hujan yang turun malu malu,
awan awan putih yang berubah hitam,
sarat muatan uap air.

Mulai terasa seperti natal.

Senyum senyum yang terkembang,
tangan tangan yang merengkuh,
hati hati yang kembali pulang.

Mulai terasa seperti natal.

Rumah rumah yang berhias,
ruang kantor yang bersolek,
pohon terang yang berubah cantik.

Mulai terasa seperti rumah.

Hatiku yang kurapi rapikan untukMu,
jiwaku yang kucari kembali untukMu,
kado kado dalam pujian yang kulantunkan untukMu.
Senandung dalam jalanku pagi hari,
doa dalam jalanku di siang hari,
senyum syukur dalam tidurku di malam hari.

Mulai terasa seperti rumah.

Hati yang kusiapkan untukMu,
untuk menimang nimang bayiMu yang lahir hari ini.
Natal ini.
HadirMu, hadiah terbesar untuk hidupku.
Kau melengkapi, Kau memenuhi, Kau melingkupi,
Melingkupi aku dalam segala kelemahanku,
melengkapi aku dalam segala kekuranganku,
memenuhi aku, dalam kehangatan Natal tahun ini.
Hatiku pulang,
kembali kepadaMu.

Mulai terasa seperti Natal.

Kami yang berkumpul dan bergandengan tangan.
Saling melengkungkan garis tipis bibir menjadi lengkungan.
Berpelukan hangat dalam keluarga kecil ini,
bersatu dalam iman.

Mulai terasa seperti Natal.
Hari ini,
kelahiranmu,
kado terindah,
untuk aku.

 

 

nahh, yg ini second attempt teya🙂

yang sakses dipake buat renungan natal 2 taun yg lalu

kamsiyah ya bang😀