i kinda relate, what about you … you … you … ?

” P u i s i   m i l i k    s e m u a ”

itu ada di ujung kiri sampulnya

 

 

Image

untuk semua ….

untuk aku juga ? owh, jelass !!!

 

i kinda relate ….
to page 26, page 27, and page 28

page 34, and page 35 as well

oh iya, page 40 jugak

kamu tuh yaa, sukanya nyama-nyamain kisah yg di film, yg di novel sama kisahmu sendiri,

nyama-nyamain lagu yg kau dengar dengan cerita hidupmu sendiri

sekarang lagi ,, cobak nyama-nyamain puisi yg kau baca dengan hidupmu ?

heyyy, bukan begitu, tapi ini sungguh mirip ,
ciyuss ? miyapah ? # alay
suarez ? demimor ? #sujiwotedjo

nih, ya …

 

page 26

– arus balik –

 

Dua kota adalah aku dan engkau

Lalu tibalah kita di perbatasan,

menancapkan palang sendiri-sendiri

-menjadi asing

 

page 27

– Dua Peristiwa –

1
Kau melompat, tiba-tiba,

Ke dalam cangkirku

Menumpahkan kopi juga masa lalu.

2
Siang ini matahari padam fi mataku,

Yang menerbitkan kesedihan begitu terik

-menjauhkan kenangan dari api.

 

page 28

– Tentang Tubuh yang Tabah –

Lengan-lengan yang melepaskan diri dari pelukan

sedang belajar saling merelakan

Seperti embun meninggalkan dedaunan.

Barangkali begitulah cinta diciptakan sebagai penguji

Sebab bahagia, sayang, ialah sebuah kepulangan. Maka

pergilah tanpa keraguan. Berkelanalah ke tempat-tempat

yang jarang terbuka : bibir, lengan, dan dada.

Lalu kirimkan kepadaku sebuah kartu pos

dan puisi – tentang bagaimana memeluk jarak

dan sendiri.

 

page 34

– Patah Tiga –

 

Aku bertahan

di tengah ruang sempit yang Kauberikan

Di antara rasa-rasa yang singgah bertautan

Entah mimpi atau aku buta kenyataan

 

Aku akan bertahan

Saat kalimatmu mulai mematikan langkahku

saat hatimu mulai terbagi beribu-ribu

rapuh aku tak tahu yang Kautuju

 

Aku tetap bertahan

meski akhir itu nanti tetap datang

meski daun tak lagi setia pada dahan

karena hanya kepadaku kau kembali pulang

page 35

– H a p ! –

Kau patahkan hatiku berkali-kali

dan aku tak mengapa.

Hatiku ekor cicak.

 

page 40

– Tiga Sebab –

Tiga stasiun lagi dan aku tak akan sampai ke mana-mana

sebab kepalamu menggeleng lebih cepat dibanding laju kereta

 

sebab ada yang luput pada setiap lambaian tangan

cara-cara merelakan dan isi cangkir yang harus dikosongkan

 

sebab seperti mereka yang diasingkan ke pulau-pulau jauh

tak semua cinta betul-betul ingin pulang. Sungguh.

 

——————————————————————————————————————————————————————————————

 

Dan….

Ini ada video trailer buku puisinya @NDIGUN tsb di atas

“tentang tubuh yang tabah”

 

 

aku kok mewek yaaa

napa, kmu Tik ???

 

aku inget yangti😥

sepuhnya sama, keriputnya sama seperti tokoh-tokoh di dalam video trailer ituh

aku ,,, mbak wik,,,, kami semua…
sedang merelakan yangti untuk menjadi ‘dirinya’ yang sekarang

yang sudah tidak se”kokoh” dahulu